Filed under: Sastra Pembebasan
Memang harus kukatakan itu
Sekian lama aku menahan diri
Untuk memberi kebebasan pada hati
Sekian lama aku berdiam diriMendiamkan gejolak hatiMenganaktirikan emosiSemua tenggelam oleh “akal sehat”Terlarut dalam “kehidupan rasional”Rasa cinta aku pahamiSebagai pengabdian pada alam semestaRasa sayang aku mengertiSebagai pengabdian pada sesamaRasa kasih aku mengertiSebagai satu totalitas mengabdiYang bukan untuk seorang sajaTernyata itu saja tidak cukup memenuhi kemanusiaankuAku harus mengatakan“Saatnya aku beri kesempatan pada hati untuk bicara”Karena hatiku tak lagi bisa diamHatiku bicara, berteriak keras“ Aku jatuh cinta padamu wahai gadis berambut mayang”Hatiku berontak, hati menjerit“ Jangan halangi atas nama akal sehat, aku akan bicara , bahwa aku menyayanginya dan akan selalu merindukannya“Hatiku bergetarSaat dari mulutku meluncur kata – kata“ . ? ., aku sungguh – sungguh mencintai, mengasihi, menyayangi dirimu. Dan aku berharap hidup bersamamu “Aku bersyukur,Akal sehat mampu menerima suara hatikuKini, hati dan pikiranku berjalan seiringJiwa dan akal sehatku sejalanDalam satu halYang bernama tanggung jawabSebagai konsekuensi dari rasa cinta kasih yang dalamDalam satu kesempatan yang merdekaDalam satu waktu yang diiyakan Tuhan e.s.04.18.03052003
1 Komentar sejauh ini
Tinggalkan komentar
maaf mas baru dibuka nich hehehhe lupa pasword dll juga kesibukan hehehhehe …..wah nek jatuh cinta sich ia saat itu hehehhee , tapi kan sekarang dah punya sing wess tak bojo saiki dadi bojoku hehehhehehhe suwun ya mas salam bloger
Komentar oleh yusfi Maret 3, 2011 @ 8:14 pm